23 Agustus 2011

☆╰♥♥●•☆SIAPAKAH ORANG YANG????☆╰♥♥●•☆


☆╰♥♥●•☆SIAPAKAH ORANG YANG SIBUK????☆╰♥♥●•☆

Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu solatnya, seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman Alaihissalam.
Maka sempatkanlah bagimu untuk beribadah....... Dan bersegeralah, jangan menunda-nunda!!!

☆╰♥♥●•☆SIAPAKAH ORANG YANG MANIS SENYUMANNYA????☆╰♥♥●•☆

Orang yang mempunyai senyuman manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berucap, "Inna lillahi wainna illaihi raji'uun".
Kemudian berkata,

"Ya Rabb, aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

Maka berbaik hati, ikhlas serta bersabarlah


☆╰♥♥●•☆SIAPAKAH ORANG YANG KAYA????☆╰♥♥●•☆

Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Maka bersyukurlah atas nikmat yang kau terima dan berbagilah dengan sesama......



☆╰♥♥●•☆SIAPAKAH ORANG YANG MISKIN????☆╰♥♥●•☆

Orang miskin adalah orang yang tidak pernah puas dengan nikmat yang ada serta selalu menumpuk-numpukkan harta.

Maka janganlah kau menjadi orang yang kikir juga dengki


☆╰♥♥●•☆SIAPAKAH ORANG YANG RUGI????☆╰♥♥●•☆

Orang yang rugi adalah orang yang usianya mencapai pertengahan, namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.

Maka jangan sia-siakan umurmu dan hargailah waktumu, karna kau tak pernah tahu kapan ajal menjemput........



☆╰♥♥●•☆SIAPAKAH ORANG YANG PALING CANTIK/GANTENG????☆╰♥♥●•☆

Orang yang paling cantik/ganteng adalah orang yang menghiasi dirinya dengan akhlak terpuji.

Maka peliharalah akhlakmu dari noda dan dosa......



☆╰♥♥●•☆SIAPAKAH ORANG YANG MEMPUNYAI RUMAH PALING LUAS????☆╰♥♥●•☆


Orang yang mempunyai rumah paling luas adalah orang yang ketika mati membawa serta amal-amal kebaikan. Maka kuburnya akan diperluas sejauh mata memandang.

Maka beramamak shalehlah selagi sempat dan mampu.



☆╰♥♥●•☆SIAPAKAH ORANG YANG MEMPUNYAI RUMAH SEMPIT LAGI DIHIMPIT????☆╰♥♥●•☆


Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang ketika mati tidak membawa serta amal-amal kebaikan. Lalu kuburnya akan menghimpitnya.

Maka ingatlah akan kematian dan kehidupan setelah dunia, alam akherat yang abadi.......



☆╰♥♥●•☆SIAPAKAH ORANG YANG MEMPUNYAI AKAL????☆╰♥♥●•☆


Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni surga kelak karena tlah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.

Maka peliharalah akal sehatmu dan pergunakan semaksimal mungkin untuk mengharap ridho-Nya.......



☆╰♥♥●•☆SIAPAKAH ORANG YANG BODOH????☆╰♥♥●•☆

Orang yang bodoh adalah orang yang tidak menggunakan akalnya serta menuruti hawa nafsunya hanya demi kenikmatan sesaat yang menyeretnya ke lembah dosa.

Maka kuasai akal dan nafsumu, agar tak terjerat dengan kenikmatan semu.........



21 Agustus 2011

Sedih pada Tempatnya


Banyak di antara kita yang lebih bersedih pada urusan-urusan sepele seputar duniawi; bersedih karena sedikitnya harta, bersedih karena belum mendapatkan jodoh, bersedih karena belum memiliki anak, bahkan ada yang bersedih karena tim sepak bolanya kalah. Padahal dunia ini tempat persinggahan sementara.

Setiap orang sudah pasti akan mati, menemui Tuhannya, masuk surga atau neraka. Jangan pernah berpikir bahwa kematian kita akan datang pada usia 70 atau 80 tahun, misalnya. Tetapi berpikirlah bagaimana kita mengisi waktu dengan kebaikan.

Para ulama adalah orang yang hidup sederhana. Jika mendapatkan harta sekian, mereka mensyukurinya dan merasa cukup ( qana'ah) dengannya. Sebut saja misalnya Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ibnu Taimiyah, Rabi'ah al-Adawiyah, dan Sayyid Quthb. Mereka hidup melajang hingga wafatnya, tapi mereka tidak bersedih karena belum menikah. Imam Bukhari hingga wafatnya belum memiliki anak satu pun, tapi tak pernah sekalipun dalam hidupnya dia meratap karena tidak dikaruniai anak.

Kebahagiaan seseorang itu tidak diukur dari materi duniawi, melainkan dari kebenaran yang sedang ditegakkannya dan kedekatannya pada Allah SWT. Bersedih karena urusan-urusan duniawi tidaklah menenteramkan hati dan tidaklah menambah kebaikan apa pun kepada kita. Sebaliknya, kesedihan hanya menambah gejolak dalam jiwa kita.

Dikisahkan bahwa seorang laki-laki pernah mendatangi salah seorang tabi'in yang sedang menangis, maka orang itu menaruh belas kasihan kepadanya. Ia lalu bertanya, ''Apa yang menyebabkanmu menangis? Apakah ada rasa sakit yang kau alami?'' Tabi'in itu menjawab, ''Lebih dahsyat dari itu.'' Orang tadi bertanya lagi, ''Apakah kamu mendapat berita bahwa salah seorang anggota keluargamu meninggal dunia?'' Tabi'in itu menjawab, ''Lebih dahsyat dari itu.'' Orang itu bertanya lagi, ''Apakah kamu kehilangan hartamu?'' Tabi'in itu menjawab, ''Lebih dahsyat dari itu.''

Laki-laki itu pun berkata sambil terheran-heran, ''Lalu, apakah yang lebih dahsyat dari semua itu?'' Tabi'in itu menjawab, ''Kemarin, karena tertidur, saya lupa bangun malam ( tahajud ).'' Semestinya memang itulah yg harus kita sedihkan ....

Shalat yang tidak khusyuk, tidak mengisi waktu luang dengan amal shalih, tidak qiyamul lail, atau tidak bersedekah. Atau, melalaikan segala amal shalih lainnya padahal seharusnya kita sempat mengerjakannya.

Kita bersedih mestinya karena bekal untuk akhirat belum terisi penuh, padahal kita tak pernah tahu sampai batas mana usia kita. Lalu kesedihan itu akan menggerakkan hati untuk menjadi manusia yang lebih baik.

kafemuslimah.com